Taufiq’s Diary


Belajar pada Nabi Ibrahim AS yang Hanif

Para Munafik Ismail

para ismail yang munafik

bergegas menyodorkan leher

- sembelihlah kami!

Ibrahim yang hanif bilang

- tak, kalian tak boleh mati!

agar menjadi pertanda biar umat waspada

Sutardji Calzoum Bachri, 2005

Meski pendek dan sederhana, sajak ini sarat relevansi dengan kondisi Indonesia mutakhir. Indonesia yang carut-marut karena ulah para maling dan koruptor. Kemiskinan yang tentakelnya makin mencengkeram ke seluruh pelosok negeri akibat keserakahan para koruptor uang negara. Kalau disuruh memilih, saya pribadi akan memberi hormat kepada maling yang secara jujur mengaku sebagai maling. Saya salut dengan seorang Amien Rais yang tanpa banyak lagak, mengaku menerima dana DKP sewaktu pilpres dan melaporkan dirinya sendiri ke KPK. Dibanding koruptor yang mengerahkan segala daya dan dana untuk tetap bertengger sebagai pimpinan dewan, lalu tampil anggun di depan kamera teve seperti anak tanpa dosa. Rampok yang datang dengan topeng, golok, pistol, atau atribut rampok lain, lebih mudah diwaspadai dibanding rampok yang datang berjas dengan rambut tersisir rapi.

Dewasa ini korupsi telah berkembang pesat, kualitas maupun kuantitasnya. Demikian pula dengan kawasan penyebaran serta variasai kelompok yang dijangkitinya. Dulu, pada zaman Orde Baru, korupsi hanya disinyalir terjadi di kalangan eksekutif. Mereka melakukan kolusi dan nepotisme bersama pengusaha. Setelah reformasi, pola korupsi pun ikut tereformasi. Para anggota legislatif dan yudikatif yang harusnya menjadi "benteng" keadilan ikut terjangkiti wabah korupsi. Lingkungan keagamaan, LSM, dan perguruan tinggi juga tercemari. Bahkan rakyat jelata dengan sigap menangkap peluang menjadi tenaga demo bayaran, penjarah perkebunan dan perusak tempat-tempat hiburan.

Banyak orang menyebut korupsi telah menjadi budaya di negeri ini. Korupsi merupakan alat bagi sifat rakus manusia yang nyaris tanpa batas untuk menumpuk harta. Kalau bisa, manusia ingin mencapai Allah tanpa lewat kebajikan dan ketakwaan, tetapi dengan membangun menara Babil. Jalan pintas yang terbukti lebih menyengsarakan manusia sendiri. Sifat rakus rakyat yang menjarah kebun, hanya untuk kebutuhan sehari-hari. Tetapi sifat rakus penguasa yang didukung kekuatan politik bisa merobohkan bangunan negeri.

Relevansi Belajar dari Ibrahim AS

Keikhlasan dan pengorbanan telah menjadi makhluq yang langka di negeri ini. Berbicara tentang pengorbanan, sepertinya kita bisa belajar dari kisah teladan nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS, Sesungguhnya telah ada pada suri tauladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dia; ( Al-Mumtahanah 60:4)

SubhanaLlah

sebegitu ikhlasnya pengorbanan Nabi Ibrahim AS ketika melaksanakan perintah ALlah SWT dan begitu mulianya Ismail AS yang berbesar hati "mengorbankan" dirinya untuk di "sembelih" oleh ayahanda tercintanya. Begitu mulianya kisah Nabi Ibrahim AS sehingga termuat dalam kitab suci Alquran. Subhanallah tak putus-putusnya saya bertasbih akan kemuliannya. Kisah Nabi Ibrahim yang tak akan lekang dimakan jaman…

ALlahu Akbar…ALlahu Akbar….ALlahu Akbar…

Menyitir pada sebuah senandung yang dilantunkan oleh tim nasyid Snada Belajar dari Ibrahim, belajar takwa kepada Allah ,Belajar dari Ibrahim, belajar untuk mencintai Allah.Belajar dari keikhalasan seorang hamba atas perintah sang penciptanya, belajar bahwa yang patut diturutkan hanyalah Allah semata………mampukah aku seikhlas Nabi Ibrahim AS, setegar Nabi Ismail AS, ikhlasnya ibunda Sarah…lagi-lagi aku terbayang akan kisah agung Nabi Ibrahim AS…SubhanaLlah….

Sesungguhnya kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak Maka dirikanlah Shalat karena Tuhanmu dan berkurbanlah* Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah yang terputus* (QS Al Kautsar 108) Merujuk pada kisah di atas, rasanya ada yang "hilang" dalam kehidupan saya, rasanya saya belum pantas untuk "mengkoarkan" pengorbanan, ataupun bersikap ikhlas atas apa yang setiap terjadi dalam kehidupan saya. Namun rasanya ingin dan ingin terus belajar akan hakikat ikhlas dan pengorbanan…..tak putusnya saya berucap syukur AlhamduliLlah

ALlahua’lam bis-shawab…

Leave a Reply